New Banner

PROBLEM PADA IC

Flash ic
reset otomatis
1. Auto reset ( Reset otomatis )
flash tidak dikenal saat diwrite pakai ufs
2. Unknown flash
Hp tidak bisa di flash
3. Unable to write
Bisa di flash tapi tidak mau hidup
4. Writable but unable to power on
tdk bisa ganti imei
5. Cant write imei (for internal eeprom only, if external then its eeprom chip)
1st Error jika diCek pake UFS
6. With power but can't read by mbus/flasher device
Flash bisa dibaca hanya pd bait pertama kemudian berhenti
7. Read flash at first byte(address at 0x20001 then stop
jika di Flash selalu tampil batrey lemah.
8. When writing always display "battery voltage is too low


SRAM IC
1. No Power (Matot) tampil Ram is Bad (Test with Banana/Flasher By Rollies)
Hp Mati total
Dapat Flash tapi tidak mau hidup
2. Read and Write Flash but unable to power on
Saat kita coba hidupkan lagi tidak bisa hidup!!!
3. Auto off ( mati-mati sendiri)

4. Bisa diflash, tapi tidak bisa didetek pakai alat flasher apapun,KOSONG/tidak bisa diinfo pakai
UFS

5. Pada Nokia 3210 reading/writing berhenti.

Cobba IC
1. Matot jika IC Konslet (test it by hang method)
2. Contact service (serial/parallel)
3. No signal
tidak bisa menerima telpon
a. No rx (receive)
tidak bisa telpon keluar
b. No tx (transmit)
sinyal putus-putus
c. Intermittent signal
sinyal tidak stabil
d. Fluctuating signal

4. sinyal stabil tapi tidak bisa keluar, tdk bisa kirim
cant make a call sms.
tidak ada suara pada speaker, tdk bisa kirim suara.
5. No audio (earpiece/mouthpiece)
Suara kresek-kresek/pecah
6. Garbled audio
tidak bisa membuka penguncian
7. Cant unlock (openline)
selalu tampil sim card ditolak
8. Sim card not accepted always appear
reset otomatis
9. Auto reset (test with simcard only)


CCONT/ IC POWER SUPLY
mati total/ matot
tidak ada jaringan
tidak bisa menerima telpon
tidak bisa nelpon keluar
sinyal tidak stabil
masukan kartu/ INSERT SIM
saat di flash error/ Writing flashing error

keyped hang/ngacak)
Hp mati sendiri, baik pake sim card maupun tidak/ Auto off
tidak ada tampilan pada LCD
tampil kontak service pada LCD
lampu, dering, dan getar tidak berfungsi
bisa hidup tapi tidak bisa dicek pake alat Flasher


HAGAR/ RF
Matot
1. No Power
tidak ada sinyal
2. No Signal
tdk bisa menerima tlpn
a. No rx
tidak bisa telpon ke luar
b. No Tx
sinyal tidak stabil
c. Fluctuating
Sinyal putus-putus
d. Intermittent
mati sendiri ketika muncul sinyal
3. Auto off when receiving signal or after receiving signal
keyped hang lalu Hp mati
4. Hang then off


PA
tdk bisa tlpn/ tampil call ended/panggilan gagal
1. No transmit
tidak bisa di akses saat pilih jaringan secara manual
2. No Rx if overcurrent
Mati sendiri saat tlpn/ sebelum masuk Menu
3. Auto off when making a call, or before entering menu
Hp mati total jika PA mati/konslet
4. No Power if shorted
Batrey boros!!!
5. Short battery standby time (fast drain)
Sinyal lemah
6. Weak Transmit

Crystal osci (13/26 Mhz)
Matot
1. No Power
tdk ada sinyal
2. No signal
mati sendiri
3. Auto off
Keypad tidak berfungsi
4. Hang


Clock Crystal
Nada dering terlalu cpt/ lambat
1. Slow/too fast ringing tone
Jam/waktu telalu cpt/lambat
2. Slow/too fast clock timing
Sinyal putus-putus
3. Intermittent signal
Jika konslet menyebabkan mati total
4. No power if shorted


Antenna Switch
tidak bisa meneima telpon
1. No RX
tidak bisa telpon keluar
2. No TX
sinyal tidak stabil
3. Fluctuating Signal
sinyal putus-putus
4. Intermittent Signal

PROBLEM PADA IC

Flash ic
reset otomatis
1. Auto reset ( Reset otomatis )
flash tidak dikenal saat diwrite pakai ufs
2. Unknown flash
Hp tidak bisa di flash
3. Unable to write
Bisa di flash tapi tidak mau hidup
4. Writable but unable to power on
tdk bisa ganti imei
5. Cant write imei (for internal eeprom only, if external then its eeprom chip)
1st Error jika diCek pake UFS
6. With power but can't read by mbus/flasher device
Flash bisa dibaca hanya pd bait pertama kemudian berhenti
7. Read flash at first byte(address at 0x20001 then stop
jika di Flash selalu tampil batrey lemah.
8. When writing always display "battery voltage is too low


SRAM IC
1. No Power (Matot) tampil Ram is Bad (Test with Banana/Flasher By Rollies)
Hp Mati total
Dapat Flash tapi tidak mau hidup
2. Read and Write Flash but unable to power on
Saat kita coba hidupkan lagi tidak bisa hidup!!!
3. Auto off ( mati-mati sendiri)

4. Bisa diflash, tapi tidak bisa didetek pakai alat flasher apapun,KOSONG/tidak bisa diinfo pakai
UFS

5. Pada Nokia 3210 reading/writing berhenti.

Cobba IC
1. Matot jika IC Konslet (test it by hang method)
2. Contact service (serial/parallel)
3. No signal
tidak bisa menerima telpon
a. No rx (receive)
tidak bisa telpon keluar
b. No tx (transmit)
sinyal putus-putus
c. Intermittent signal
sinyal tidak stabil
d. Fluctuating signal

4. sinyal stabil tapi tidak bisa keluar, tdk bisa kirim
cant make a call sms.
tidak ada suara pada speaker, tdk bisa kirim suara.
5. No audio (earpiece/mouthpiece)
Suara kresek-kresek/pecah
6. Garbled audio
tidak bisa membuka penguncian
7. Cant unlock (openline)
selalu tampil sim card ditolak
8. Sim card not accepted always appear
reset otomatis
9. Auto reset (test with simcard only)


CCONT/ IC POWER SUPLY
mati total/ matot
tidak ada jaringan
tidak bisa menerima telpon
tidak bisa nelpon keluar
sinyal tidak stabil
masukan kartu/ INSERT SIM
saat di flash error/ Writing flashing error

keyped hang/ngacak)
Hp mati sendiri, baik pake sim card maupun tidak/ Auto off
tidak ada tampilan pada LCD
tampil kontak service pada LCD
lampu, dering, dan getar tidak berfungsi
bisa hidup tapi tidak bisa dicek pake alat Flasher


HAGAR/ RF
Matot
1. No Power
tidak ada sinyal
2. No Signal
tdk bisa menerima tlpn
a. No rx
tidak bisa telpon ke luar
b. No Tx
sinyal tidak stabil
c. Fluctuating
Sinyal putus-putus
d. Intermittent
mati sendiri ketika muncul sinyal
3. Auto off when receiving signal or after receiving signal
keyped hang lalu Hp mati
4. Hang then off


PA
tdk bisa tlpn/ tampil call ended/panggilan gagal
1. No transmit
tidak bisa di akses saat pilih jaringan secara manual
2. No Rx if overcurrent
Mati sendiri saat tlpn/ sebelum masuk Menu
3. Auto off when making a call, or before entering menu
Hp mati total jika PA mati/konslet
4. No Power if shorted
Batrey boros!!!
5. Short battery standby time (fast drain)
Sinyal lemah
6. Weak Transmit

Crystal osci (13/26 Mhz)
Matot
1. No Power
tdk ada sinyal
2. No signal
mati sendiri
3. Auto off
Keypad tidak berfungsi
4. Hang


Clock Crystal
Nada dering terlalu cpt/ lambat
1. Slow/too fast ringing tone
Jam/waktu telalu cpt/lambat
2. Slow/too fast clock timing
Sinyal putus-putus
3. Intermittent signal
Jika konslet menyebabkan mati total
4. No power if shorted


Antenna Switch
tidak bisa meneima telpon
1. No RX
tidak bisa telpon keluar
2. No TX
sinyal tidak stabil
3. Fluctuating Signal
sinyal putus-putus
4. Intermittent Signal

arti tombol ufs

Kemarin kita mencoba mempelajari proses Instalasi UFS-3 Tornado dan sekarang marilah belajar lebih jauh tentang tombol-tombol yang terdapat di dalamnya. Mungkin bagi sebagian temen sudah mengetahui fungsi dan kegunaan, tetapi banyak juga lhoo… yang belum mengetahuinya…
====> ScreenShoot menyusul yach… <=====
Fungsi dari tombol dan kolom pada tampilan di atas adalah sebagai berikut:

1. Tombol DISCONECT dan CONECT berfungsi
memutuskan dan menyambung koneksi UFSx dengan box. Anda terlebih dahulu harus menekan tombol connect untuk menghubungkan software dengan Ufsx.

2. Tombol Check berfungsi
untuk test flash mode ataupun letak kerusakan pada ponsel.

3. Tombol Info berfungsi
untuk memeriksa koneksi kabel M-bus atau F-bus (penggunaannya untuk memberi informasi seberapa baik koneksi kabelnya).

4. Tombol Flash berfungsi
untuk menjalankan flashing secara manuak pada kasus mati total.

5. Tombol UI Setting atau User Interface Setting berfungsi
untuk mengeset UI Option sesuai kebutuhan Anda dan mengetahui data-data pengguna ponsel, misalnya phone book.

6. Tombol Restart berfungsi
untuk me-restart ponsel pada saat terkoneksi dengan kabel dan box.

7. Tombol DCT3, DCT4, DCTL, WD2, BB5 dan UFSx berfungsi
untuk memilih golongan atau seri ponsel yang akan di flash.

8. Pada bagian ini disebut flash file browser berfungsi
untuk memilih file flash yang akan dilakukan. Flash file browser terdiri dari beberapa kolom untuk diisi dan dicentangi, antara lain product (untuk memilih type ponsel), MCU, PPM dan PMM (menuliskan file flash sesuai type ponsel) dan WUG (mengganti tampilan awal start-up ponsel). Kolom lainnya dapat Anda centangi sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Namun perlu diperhatikan pada saat Anda mengisi kolom MCU, PPM, PMM dan WUG, Anda tidak harus mencentangi kolom disebelah kanannya. Misalnya, saat Anda mencentangi kolom disebelah kanan MCU, hal ini berarti hanya MCU saja yang ikut ter-flash, sedangkan komponen lainnya tidak ikut ter-flash.

9. Kolom Scenario berfungsi
untuk menentukan perintah yang akan dijalankan, secara manual ataupun secara otomatis, Anda dapat memilih flash+UI option pada Scenario.

10. Terdiri dua bagian, yaitu kolom Interface dan speed.
Kolom interface berfungsi
memilih tipe kabel yang akan digunakan, M-bus atau F-bus, sedangkan kolom speed berfungsi untuk menyesuaikan kecepatan flash yang diinginkan.

11. Bagian ini disebut Special Setting yang terdiri dari 6 kolom yang berfungsi sebagai berikut:
o Auto Clear Resuld Windows berfungsi mengeset otomatis menghapus layar pada progress windows sebelum beralih pada proses flash berikutnya. Anda juga dapat menghapus secara manual dengan cara meng-klik ganda pada progress windows.
o Auto Scroll Resuld windows berfungsi menampilkan seluruh hasil dan menggulung layar secara otomatis apabila hasil pemeriksaan melebihi jumlah karakter maksimal progress windows.
o Kolom Auto Detect Product berfungsi memberi informasi tentang ponsel yang akan di flash secara detil.
o Use Ini File Setting dapat berfungsi secara efisien dengan proses yang cepat pada saat Anda akan melakukan perbaikan pada ponsel-ponsel yang sejenis dengan ponsel pada setingan awal.
o Import Sim-Lock berfungsi mengirim sim-lock dari file pada saat terjadi sim-card not accepted.
o Flash PPM Only berfungsi mengeflash PPM-nya saja. Flash PPM Only efektif digunakan pada saat akan mengubah setingan bahasa pada ponsel.

12. Tombol Start atau Stop berfungsi
untuk menjalankan atau menghentikan perintah yang akan atau sedang dikerjakan.

13. Kolom Progress Windows menampilkan secara detil tipe kerusakan dan informasi pada ponsel.

14. Tombol UI Option berfungsi
sebagai bagian dari perintah pada proses flash. Selain itu UI Option merupakan sebuah langkah singkat, dengan cara mencentangi kolom kemudian kolom tersebut di-klik ganda. Beberapa kolom yang termasuk UI Option sebagai berikut:
o Save User Setting berfungsi mem-back-up atau menyimpan setingan utama sebelum melakukan flashing.
o UI Default berfungsi mengubah setingan pengguna kembali ke setingan awal.
o Full Factory Default berfungsi mengembalikan ponsel hasil flash kembali ke setingan standart atau pabrik.
o Init SIM Lock berfungsi membuka jaringan yang terkunci oleh operator (SP-Lock).
o Set FAID berfungsi mengalkulasi ulang FAID (Flash Authority ID). Proses ini sebaiknya dilakukan setelah melakukan flashing MCU dan PPM.
O Reset User Lock berfungsi mengembalikan pin kode ponsel ke pin kode standart pabrik (pin: 12345).
o Rebort in Normal Mode berfungsi me-rebort sistem operasi ponsel untuk mengecek kondisi sistem operasi ponsel setelah selesai melakukan proses flashing. Dengan catatan, sim card dimasukkan terlebih dahulu saat akan rebort.
o LCD Contrast berfungsi mengeset ketajaman tampilan pada layar ponsel.

15. Aux Fuctions terdiri dari lima komponen yang berfungsi
sebagai berikut:
o Rebuild Imei berfungsi membaca nomor Imei ponsel sekaligus bisa dipergunakan untuk merubah no Imei ponsel tersebut.
o Read Flash berfungsi membackup firmware ponsel sebelum dilakukan proses flashing (khusus DCT3). Sebelum melakukan read flash, Anda centang terlebih dahulu bagian UI Default, Full Factory Setting dan Set FAID.
o Convert Files berfungsi mengonversi file yang berekstensi *.fls menjadi file berekstensi Nokia Wintesla standart.
o Erase Flash berfungsi menghapus seluruh atau sebagian dari isi flash EEPROM ponsel yang rusak.
o Create Ini File berfungsi seperti membuat folder flash. Hal ini sangat memudahkan Anda saat akan melakukan flashing dengan ponsel dan setingan (MCU, PPM dan UI Setting) yang sama, Anda tinggal membuka folder dan menjalankannya.

16. Language Code berfungsi
sebagai panduan pengisian PPM berdasarkan variasi setingan bahasa pada ponsel.

17. Progress bar berfungsi
untuk menunjukkan prosentase proses flash yang sedang berlangsung.

Memahami Skema Diagram Ponsel

Tanpa skema diagram atau tidak memahami skema diagram seperti orang buta jalan-jalan ke kota jakarta tanpa penuntun jalan. Sama halnya dengan mesin ponsel yang sangat rumit, tentunya akan sangat sulit disaat mereparasi ponsel dalam pemetaan kerusakannya, bisa-bisa tanpa bantuan skema diagram bukannya ponsel menjadi lebih baik melainkan malah tambah rusak! Baiklah, tentunya anda dengan membaca buku ini ingin menjadi teknisi yang handal, maka materi ini akan sangat perlu di pelajari dengan matang. Dibawah ini terdapat contoh skema diagram yang sederhana. Bila anda yang telah memahami skema diagram, tentu akan paham fungsi dari rangkaian ini.

Dengan skema diagram kita akan dapat mengetahui jalur yang terdapat pada mesin ponsel yang sangat rumit dan kecil bahkan jalur tersebut tidak dapat terlihat langsung. berbeda dengan elektronika lainnya, dimana jalur-jalurnya akan mudah kita pahami karena sangat terlihat jelas dengan jalur-jalur yang besar dan hanya mempunyai satu lapisan jalur. Berbeda dengan mesin ponsel dimana jalur-jalur mesin ponsel sangat kecil dan rumit bahkan jalur tersebut tidak dapat terlihat secara langsung, walaupun bila kita lihat mesin ponsel seperti hanya mempunyai dua lapisan jalur (depan dan belakang), tentu tidak! mesin ponsel mempunyai banyak lapisan yang di susun sedemikian rupa, bahkan mesin ponsel mempunyai hingga 6 lapisan jalur. Tentunya dapat anda bayangkan, dengan komponen sebanyak itu dan sangat kecil akan di hubungkan satu sama lain dijadikan satu rangkaian yang sangat rumit, padahal PWB (papan mesin) sangat kecil dan dibatasi ukurannya agar ukuran ponsel tidak menjadi besar. Tentunya dibutuhkan jalur yang bukan hanya 1-2 lapisan jalur melainkan lebih dari 6 lapisan agar jalur-jalur terbut tidak membutuhkan lahan (area) yang luas.

Sangat sulit sekali untuk mengetahui jalurnya bila tanpa bantuan skema diagram, oleh karena itu skema diagram akan sangat membantu dalam mereparasi ponsel, dengan skema diagram kita bukan hanya mengetahui jalurnya saja melainkan kita dapat mengetahui jenis komponen dan nilai satuan komponennya, seperti: nilai resistor, kapasitor, type IC, dll. Fungsi lain dari skema diagram kita akan dapat mengetahui tata letak komponen yang akan memudahkan kita untuk memetakan suatu sistem dan pemetaan kerusakan pada mesin ponsel.

Dengan skema diagram kita akan dapat mengganti suatu komponen dari ponsel kanibal, misalkan kita mempunyai ponsel 6680 yang harus diganti resistornya, dengan skema diagram kita dapat mencari persamaan komponennya dari type ponsel yang berbeda dengan cara mengetaui nilai resistor tersebut. Walaupun di badan komponen resistor tidak terdapat kode atau pernyataan nilai resistansinya, maka dengan skema diagram kita akan dapat menggetahui nilai komponen yang akan digunakan.

Ada terdapat banyak sekali skema diagram yang telah tersedia, tentunya satu skema diagram hanya berlaku untuk satu type ponsel saja. Akan tetapi bila anda telah menguasai satu type skema diagram ponsel saja, maka anda akan dengan mudah untuk mempelajari skema diagram yang lainya.

Agar anda dapat memahami skema diagram, maka anda harus mengenali: simbol komponen, persimpangan jalur, penempatan komponen/layout komponen. Baiklah sekarang kita mulai kenali simbol komponennya terlebih dahulu:

FREKUENSI COUNTER

Frekwensi Counter

________________________________________
Perangkat pengukur digital ini digunakan untuk memeriksa tegangan signal 13Mhz, 26Mhz dan 32,768Khz. Dalam bidang perbaikan ponsel, besaran signal tersebut adalah hasil output dari komponen VCO, IC RF dan Crystal Clock. Dimana apabila komponen VCO, besaran output nya tidak sesuai 13Mhz, maka ponsel akan gagal boting (matot). Begitu pula dengan komponen IC RF, apabila output signalnya tidak sesuai dengan nilai 26Mhz, (toleransi -100hz sampai +100hz) ponsel akan kehilangan signal. Untuk besaran signal 32,768 khz yang dihasilkan oleh komponen Crystal, apabila tidak sesuai, ponsel akan mengalami kerusakan hang atau bahkan mati. Pada Frekuensi Counter juga terdapat probe yang berfungsi sebagai stik tester dan juga penjepit groun pada PCB. Namun sebelum melakukan pengetesan, perlu diberi arus pada kisaran 3,6V-4V kesirkuit PBC dengan menggunakan power supply. Hal ini bertujuan agar komponen-komponen yang ada pada circuit, saling bereaksi sesuai tugas dan fungsinya masing-masing. Pengukuran tegangan signal 13Mgz, 26Mhz dan 32,768Khz pada circuit yang bekerja, bisa dilakukan melalui titik test point dari ketiga komponen yang menghasilkan tegangan signal tersebut.
Tombol-tombol yang ada pada frekuensi counter, untuk masing-masing merk susunan tombolnya bervariasi. Namun pada intinya, fungsi dari tombol tersebut adalah:
Tombol on/off : Mengaktifkan dan menonaktifkan perangkat
Tombol Gate Time : Berfungsi untuk mengukur waktu terbentuknya gelombang yang
dihasilkan
Tombol Selector : Berfungsi untuk mengatur chanel frekuensi gelombang
Ch 0 : Frekuensi diatas 30Mhz hingga 2,4Ghz
Ch 1 : Frekuensi 1Mhz s/d 30Mhz (untuk ukur crystal 13 & 26Mhz)
Ch 2 : Frekuensi 100Khz s/d 100Khz (untuk crystal 32,768Khz)
Ch 3 : Counter
Tombol Function : Berfungsi sebagai tombol start dalam melakukan pengukuran
Tombol Rest : Berfungsi untuk mem "pouse" tampilan display agar sempat terbaca

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More